FSI-KU Gallery

FSI-KU punya banyak kegiatan di FBS. Yuk intip kegiatan apa saja yang sudah dilaksanakan FSI-KU mewarnai Fakultas Bahasa dan Seni :)

#GerakanAyoMentoring

#GerakanAyoMentoring yang digalakkan oleh Dept.LCIA di FBS menuai hasil yang Subhanallah. FBS sudah ikut mentoring, bagaimana dengan kamu? Mentoring: Mencerdaskan dan Mensolehkan :)

Pengurus FSI-KU

Bismillah, Assalamulaikum teman-teman sekalian. Mau kenal siapa-siapa saja yang ada didalam kepengurusan FSI-KU FBS UNJ di masa Amanah 2013? yuk taarufan!

Budaya Muslim FBS

Sebagai Kampus Pendidikan, FBS UNJ juga harus punya Budaya Muslim. Yuk kenali apa saja Budaya Muslim di FBS dan jangan lupa dipraktekan ya bro!

Nasyid FSI-KU

FSI-KU punya Nasyid loh! Namanya Nasyid Amoeba. Yuk kenalan siapa saja sih kakak-kakak bersuara merdu ini!

Rabu, 22 Mei 2013

April Mop : Hari Dimana dibantainya Umat Islam


ini ada di buletin pertama FSI-KU :
 tampak depan :)
tampak belakang:




Bulan April menjelang. Ada suatu kebiasaan jahiliah yang patut kita waspadai bersama sebagai seorang Muslim; 1 April sebagai hari April Mop. April Mop sendiri adalah hari di mana orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Tapi tahukah Anda apakah April Mop itu sebenarnya?






Sejarah April Mop
 
Sebenarnya, April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.

Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop—yang hanya berlaku pada tanggal 1 April—adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.

Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine’s Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.
Perayaan April Mop berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan? April Mop, atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.


Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.

Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur’an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.
Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur’an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.
Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.
Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.
Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.

Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April’s Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.
Jadi, perhatikan sekeliling Anda, anak Anda, atau Anda sendiri, mungkin terkena bungkus jahil April Mop tanpa kita sadari. 

Selasa, 21 Mei 2013

Quotes :D


Jumat, 17 Mei 2013

Kasihilah Ibumu selagi Beliau Masih Hidup

"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. 


KASIH IBU

Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh." Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. 

Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. 
Ibunya mengingatkan, "Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya. Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata sang ayah. Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. 

Beberapa waktu kemudian ia pu menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat.
Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini." Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. "Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?" Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. 


Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui. "Kasihilah ibumu selagi ia masih hidup. Tidak ada kasih dan cinta yang lebih dari segalanya selain kasih dan cinta seorang ibu untuk anaknya. Ibumu akan berbuat apa saja untuk melindungi dan menolong engkau saat dalam bahaya"."Sekali lagi, kasihilah ibumu selagi ia masih hidup. Esok mungkin terlambat"

Sumber :  http://jiwasedekah.blogspot.com/2012/12/kasihilah-ibumu-selagi-ia-masih-hidup.html

Buletin Lebahku :D









Sabtu, 04 Mei 2013

Surat Cinta

    
   






      dakwatuna.com - Pertama kali saya dapat surat cinta adalah ketika saya kelas empat atau lima SD. Entahlah, saya kurang tau persis. Surat cinta dari senior saya, ditulis di atas kertas pink lucu. Isinya tentu saja berupa kata-kata cinta, serta pujian pujian berlebihan yang tampaknya dipelajari oleh senior saya dari tayangan sinetron. Atau mungkin dari drama Korea, tidak, drama Korea belum tenar kala itu. Mendapat surat seperti itu saya malah dengan enteng melaporkannya pada guru. Maklum masih polos.

    “Pacaran dilarang sekolah, dan surat ini jelas-jelas mengajak saya untuk pacaran, laporkan Ndri (dulu panggilan saya Andri, bukan Andre)” gumam saya.
Kami dipanggil. Diinterogasi dan dinasihati. Senior saya itu nangis. Sesekali menatap saya dengan tatapan penuh kebencian. Pelajaran hidup pertama yang saya dapat tentang cinta. Begitulah cinta zaman sekarang kebanyakan. Mudah berubah. Barusan cinta, bisa jadi sebentar lagi tak cinta, bahkan benci. Wajar jika gonta ganti pacar. Putus nyambung, putus nyambung, cari pacar lagi.
Bicara soal surat cinta. Sebentar lagi Sang Maha Pemilik Cinta akan memberikan satu dari sangat banyak bukti cinta-Nya pada kita. Banyak? Yoi. Air mengalir, gunung menjulang, burung berkicau, mentari menerangi, angin berhembus. Semuanya Allah ciptakan karena cinta. Tak ada yang komplain.
    
     Jangan dekati zina, tutup aurat, jaga pandangan, jangan minum minuman keras, jangan mencuri. Semuanya Allah atur karena cinta. Mulai banyak yang protes. Allah tau kalau zina akan beresiko hamil, kalau hamil di luar nikah, siapa yang bakalan malu? Makanya Allah larang dekati zina. Allah tau kalau kita maling bakalan di bakar massa jika ketangkep, setidaknya dipukuli massa, makanya Allah larang.

     Allah tau mata lelaki memiliki kadar nafsu yang tinggi. Semua berawal dari mata, makanya Allah suruh perempuan memakai jilbab dan berpakaian longgar. Ah betapa cintanya Allah sama kita. Cukup cukup, jadi salah satu bukti cinta Allah yang akan datang bentar lagi itu apaan Ndre? Hooo iya, bulan Ramadhan.

     “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (Al-Baqarah: 183)
Bayangkan, Allah manggil kita pakai kata wahai (kamu pernah ga manggil ibu kamu dengan wahai? wahai ibunda, wahai ayahanda, wahai kakak, wahai adik, wahai saudaraku, indah nian.
Kalau pacar sih saya yakin kamu pernah manggil dia dengan kata wahai, wahai pujaan hatiku yang sangat cantik bak bidadari yang turun dari kayangan misalnya).

Eh lo jangan bawa bawa pacar Ndre, sudah lo lanjutin aja. Lagian bukti cinta apaan itu. Ngapain coba ada bulan Ramadhan segala? Bikin lemes aja. Puasa sebulan penuh, nggak boleh aneh-aneh, disuruh ngaji sama ortu (padahal biasanya juga nggak pernah ngaji), apalagi kalau malam shalat tarawihnya lama banget! Mana imam di masjid sebelah rumah bacanya panjang dan lambat-lambat lagi, bikin pegel. Akibatnya kerjaan jadi nggak beres, belajar nggak bisa konsen, maunya tidur mulu. Bukti cinta apaan itu.

     Heu… Kamu jangan liat luarannya aja dong bro. Lagian kamu lemah banget. Cem lontong. Kuat itu ketika kamu bisa sekuat tenaga ngerjain perintah-perintah-Nya dan ninggalin larangan-larangan-Nya bro. Bagi saya itu makna kuat sesungguhnya.
Kamu ga pacaran karena takut ngedekati zina sementara semua teman kamu pada pacaran, kamu tetap shalat tarawih pegel pegel sementara teman teman kamu asik main petasan di luar masjid, kamu habis sahur ga tidur shalat subuh ke masjid sementara teman teman kamu pada tidur. Itu baru kuat namanya. Kamu baca lagi deh lanjutan tulisan saya ini. :)

     Saat itu detik-detik terakhir bulan Sya’ban. Rasulullah ngumpulin semua sahabat di suatu tempat. Jelas, banyak perasaan campur aduk di hati mereka generasi pertama yang mulia itu. Kelelahan tidak menghalangi mereka untuk berkumpul seperti perintah rasul-Nya. Mereka menanti dengan hati berdebar penasaran, “ada apaan nih?”, Mungkin kalau kita ada di sana bakal berkomentar seperti itu.
Orang yang ditunggu-tunggu itu akhirnya mulai berbicara. Suaranya berwibawa penuh cinta, menarik perhatian semua yang ada di situ.

Wahai manusia, bulan yang mulia dan penuh berkah datang menaungi kalian. Suatu bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Bulan yang Allah menetapkan puasa di dalamnya dan qiyamullail sebagai kesunnahan. Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan satu perbuatan baik di dalamnya (melakukan perbuatan sunat), dia bagaikan melakukan satu kewajiban di bulan yang lain. Barang siapa melakukan satu kewajiban di bulan ini maka dia sama dengan orang yang melakukan tujuh puluh kewajiban di bulan yang lain.
Ramadhan adalah bulan kesabaran, sementara pahala kesabaran adalah surga. Ia adalah bulan kedermawanan dan bulan bertambahnya rezeki orang mukmin. Barangsiapa memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa pada bulan ini, maka itu berarti pengampunan terhadap dosa-dosanya dan pembebasan dirinya dari neraka,di tambah ia memperoleh pahala orang yang berpuasa tanpa berkurang sedikitpun (pahala orang yang berpuasa itu)”

     Ada beberapa orang di antara mereka yang gelisah. Raut mukanya seakan-akan menyiratkan sesuatu. Akhirnya orang itu bertanya, “ya Rasulullah, tidak semua kita memiliki makanan untuk orang lain yang berpuasa!”, nada pertanyaannya harap-harap cemas.
Manusia mulia itu kemudian menjawab, “Allah memberikan pahala ini kepada siapapun yang memberi buka dengan sebiji kurma atau seteguk air atau sehirup susu”

Rasulullah melanjutkan, “Dialah bulan yang permulaannya adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya merupakan pembebasan dari neraka. Barang siapa memberikan beban yang lebih ringan kepada budaknya pada bulan ini, maka Allah memberikan kepadanya (pahala) dan membebaskannya dari neraka…”

“Pada bulan ini perbanyaklah olehmu empat perkara. Dua perkara kamu dapat mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua lagi kamu membutuhkannya. Dua perkara yang kamu dapat mendatangkan keridhaan Tuhanmu adalah syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah (laa ilaaha illallaah) dan permohonan ampun kepada-Nya (‘istighfar’ = astaghfirullaahal ‘adziim). Adapun dua perkara yang justru kamu sendiri yang membutuhkannya ialah memohon surga dan berlindung dari neraka.

Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya air minum dari telaga surga yang ia tidak akan merasakan haus lagi sesudahnya, hingga ia masuk surga”

     Demikianlah, Rasulullah SAW memberikan kabar gembira ini untuk para sahabatnya. Seketika, gegap gempitalah seisi kota yang dihuni orang-orang mulia itu. Masing-masing mulai merancang apa yang akan mereka lakukan di bulan istimewa itu. Berlomba dalam kebaikan.
Masih banyak keutamaan-keutamaan lain di bulan Ramadhan ini sob. Masih nyangkal kalau ini bukti cinta-Nya?

Ga, ga. Ampun… Ayo kita persiapkan dari sekarang.

 

John Webster Jadi Mualaf Setelah Melihat Masjid


masjid


     dakwatuna.com – London. Mohammad John Webster dibesarkan dalam keluarga Protestan. Di usia remajanya, ia memiliki banyak pertanyaan soal kepercayaan yang dianutnya.

     “Yang menjadi pertanyaan saya, di Inggris, banyak kemiskinan dan ketidakpuasan sosial. Agama saya seperti tidak berusaha untuk menyelesaikannya,” kenang dia seperti dikutip Arabnews.com, Senin (8/4).

     Sejak itu, Webster muda tidak lagi menerima Protestan dan beralih menjadi penganut komunis. Baginya, komunisme menciptakan kepuasan tersendiri. Tapi itu tidak berlangsung lama. Selanjutnya, ia beralih pada filsafat dan agama.
  
     “Dari apa yang saya alami ini mendorong saya mengidentifikasi diri dengan apa yang disebut panteisme,” katanya. Webster mengakui peradaban Barat membuat masyarakatnya begitu asing dengan Islam. Ini terjadi karena sejak Perang Salib berakhir, banyak hal yang menyimpang terkait informasi tentang Islam dan Muslim.

     Satu fase baru dalam kehidupannya dimulai ketika ia menetap di Australia. Di sana, ia membaca Alquran di sebuah perpustakaan umum di Sydney. Saat itu, kefanatikan Webster terhadap Islam coba ia tutupi. Padahal, ia sangat antusias untuk mengkaji lebih dalam terkait isi Alquran.

      Satu hari, ia temukan salinan Alquran terjemahan Inggris. Pada satu surat, ia temukan satu hal tentang kehidupan Rasulullah. Ia habiskan berjam-jam untuk menemukan apa yang diinginkannya. Ketika keluar dari perpustakaan, Webster merasakan kelelahan. Kebimbangan muncul dalam pemikirannya.

     Hal itu coba ia tangguhkan dengan berjalan menyusuri keramaian. Langkahnya terhenti ketika ia melihat tulisan yang menyebut ‘Masjid’. Hatinya bergetar seketika. Wajahnya segera memucat.
“Inilah kebenaran. Spontan Webster mengucapkan syahadat. Tiada Tuhan selain Allah, Muhamamd adalah utusan Allah. Alhamdulillah, aku menjadi seorang Muslim,” kata dia yang kini menjabat Presiden The English Muslim Mission. (ags/rol)

Kamis, 25 April 2013


Struktur Pengurus FSIKU masa amanah 2013
STRUKTUR KEPENGURUSAN FSI-KU
MASA AMANAH 2013-2014

Ketua Umum             : Tomy Sarwono
Ketua Keputrian        : Bella Annisa

Kadept. Biro Keputrian : Anis Septiani
Staff Keputrian          : 
  1. Mira Rahmawati
  2. Dwi wulansari
  3. Mudrikah
  4. Peni Suprapti
  5. Anggita Adnin Ratna G
  6. Fitri Damayanti
  7. Suci Arianti
  8. Ida Parwati
  9. Putri Laila Sari
 10. Kurnia Sari

Kadept. Biro Kesekretariatan  : Supiati Rahmah
Staff Kesekretariatan  :
   1. Himmatul Fakhiroh
   2. Fadhilatunnisa
   3. Mutia Resfi Kinasih
   4. Gilang Puspasari
   5. Putri C
   6. Dami Lavie Arsy L
   7. Tadzkia Humairoh
   8. Novita Puspita Sari

Bendahara Umum   : Nusaibah
Kadept. Biro Enterpreuner  : Elni Siti Maryam
Staff Biro Enterpreuner  :
  1. Rizqi Badiatul Fitri
  2. Rudi Rivaldi
  3. Annisa Udzakiyah
  4. Faishal Abdillah
  5. Suryani Achtasuri
  6. Nurul Atikah
  7. Hendri Kurniawan

Kadept. Syi'ar    : A Nizar Mahtum
Staff Syi'ar     :
  1. Esa Fitri
  2. M Faris Fauzan
  3. Fathia Rizki Amelia
  4. M ardi A
  5. M Reviansyah
  6. Bunga Indah Rahayu
  7. Ahmad Mustaqim
  8. Annisa Septia Sutamto
  9. Abidarda Siregar
 10. Rafiqul Haq
  11. A Zikri
 12. Ufairah Aabidah

Kadept. LCIA (Learning Center Islamic & Academic)   : Dini Andriani
Staff LCIA     :
  1.  Claudia Agustha
  2. Anisa Oktaviana
  3. Nindya S Putri
  4. Habibah
  5. Mira Marini
  6. Khoirunnisa
  7. Musa Al-Hakim
  8. Chairul Anwar
  9. Sherly Ayu Sasmita
 10. Khaerul Amri

Kadept. Kaderisasi    : Farihatul H A
Staff Kaderisasi     :
  1. Yudha Made Putra
  2. Alpian Indra Gumilar
  3. Sukesta Muhammad
  4. Hadid Fadilla
  5. M Tri Harto
  6. Zakiyyah
  7. Ayu Atikah A S
  8. Mujahidah Ummu Imaroh
  9. Angga
 10. Gusti Maria Azzahra

Kadept. MCNR    : Pipit Jayanti
Staff MCNR     :
  1. Ammar Isykarima
  2. Siti Nurhasanah
  3. Nuha Aisyah Ammatullah
  4. Nurmilda Awaliyah Sofiani
  5. Dhifa Lestari Nurrizki
  6. Rais
  7. Ananda Suci Lestari
  8. Marita Wijayanti
  9. Ani Fidiasari
 10. Atikah Awanis
  11. Frisandi
 12. Nur Hasanah